3 tanda apabila kucing datang.
Kepada kita bukan orang lain
Pertama
sedang bagi tahu. Makanan kita
hak kita itu. Bukan semuanya
kita. Sebahagiannya rezeki kucing
itu.Sebab itu ia datang pada kita.
Kedua
Allah sedang bagi tahu. Apabila kita
memberi makanan. Kepada kucing itu.
Rezeki lain akan Allah ganti. Yang
lebih baik. Sebab 1 kebaikan itu. Allah
balas 10 kebaikan @ . Allah
Maha Mampu. Bagi lebih dari itu.
Ketiga
Allah sedang bagi tahu. Apabila kita
tak memberi makanan. Kepada kucing
itu. Sebenarnya kita. Sedang menolak
rezeki baru. Allah nak bagi kepada
kita. Rezeki itu luas. Bukan hanya
pada . Tapi meliputi semua
kehidupan. Ingin memberi.
Berilah pada . Kerana haiwan
tak Ucap terima kasih
kepada kita. Ia hanya tahu minta
dan makan
Kamis, 30 April 2015
3tanda kucing minta mkn pd kita
Selasa, 21 April 2015
Terys ber usaha
TETAP BERUSAHA
MEMPERBAIKI AKHLAK YANG BAIK
Seorang penyair berkata:
Jika perangai itu adalah
perangai yang jelek
Maka tidak ada pendidikan
maupun pendidik yang berguna
(Sebagian dinukil dari Nashihati
lin Nisa`, hal.75-76, cet. Darul
Haramain)
72. TETAPLAH ENGKAU TERUS
BERUSAHA MESKIPUN ITU SULIT
Awalnya memang sulit, namun
seperti kata seorang penyair
Arab:
ﻟَﺄَﺳْﺘَﺴْﻬِﻠَﻦَّ ﺍﻟﺼَّﻌْﺐَ ﺃَﻭْ
ﺃُﺩْﺭِﻙَ ﺍﻟْﻤﻨَﻰ
ﻓَﻤَﺎ ﺍﻧْﻘَﺎﺩَﺕِ ﺍﻵﻣَﻞُ ﺇِﻻَّ
ﻟِﺼَﺎﺑِﺮ
Sungguh-sungguh aku akan
menganggap mudah kesulitan itu
hingga diperoleh apa yang
kuinginkan dan kuharapkan
Tak kan tunduk harapan itu
kecuali kepada orang yang
sabar.
73. KEMATIAN PASTI AKAN
DATANG. TAKUTLAH KEPADA
ALLAH
Ibarat ungkapan penyair:
Aku tahu aku kan mati namun
aku tak takut
Hatiku keras bak sebongkah
batu
Aku mencari dunia seakan-akan
hidupku kekal
Seakan lupa kematian mengintai
di belakang
Padahal ketika kematian telah
datang
Tak ada seorangpun yang dapat
mengelak dan menundanya.
Allah subhanahu wata’ala
berfirman,
ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَ ﺃَﺟَﻠُﻬُﻢْ ﻻَ
ﻳَﺴْﺘَﺄْﺧِﺮُﻭﻥَ ﺳَﺎﻋَﺔً ﻭَﻻَ
ﻳَﺴْﺘَﻘْﺪِﻣُﻮﻥَ
“Maka apabila telah tiba ajal
mereka (waktu yang telah
ditentukan), tidaklah mereka
dapat mengundurkannya barang
sesaat pun dan tidak pula
mereka dapat
mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)
74. YANG HARUS DIMILIKI OLEH
PARA PENUNTUT ILMU
Akan tetapi ingatlah bahwa ilmu
itu memerlukan ketekunan dan
kesungguh-sungguhan
sebagaimana dikatakan:
Berilah kepada ilmu semua yang
ada padamu, maka ilmu itu akan
memberimu sebagiannya.
Juga sebagaimana dikatakan
oleh Imam Asy Syafi’i
rahimahullahu dalam syairnya:
Wahai saudaraku, engkau tidak
akan memperoleh ilmu kecuali
dengan enam perkara.
Aku akan beritahukan kepadamu
perinciannya.
Kepandaian, ketamakan (dalam
mencari ilmu), kesungguhan dan
memiliki bekal.
Berteman dengan guru dan masa
yang panjang.
75. TIDAK GHULUW (BERLEBIHAN)
DALAM MENGHORMATI
SESEORANG
Dalam hal ini, alangkah indah
apa yang disenandungkan oleh
murid lbnu Baththah Al-Hambali,
ia bersyair,
Jika benar nurani kita, cukuplah.
Kenapa harus badan berpayah-
payah?
Jangan bebani saudaramu saat
bertemu,
dengan menghalalkan apa yang
haram untukmu.
Setiap kita percaya terhadap
kecintaan murni saudaranya.
Maka karena dan atas dasar
apa kita menjadi gelisah?
(Al Firqatun Najiyah, Syaikh
Muhammad bin Jamil Zainu)
76. HARTA BISA MERUBAH
SEGALANYA (BAGI ORANG YANG
BODOH)
Berapa banyak kelebihan rizki
Dapat melunakkan dan
menunggangi leher-leher lelaki
kuat
Bukankah seorang penyair
pernah berkata :
Berapa banyak seorang lelaki
yang gagah perkasa
Dapat ditaklukkan dan leher-
leher mereka ditunggangi
Oleh kelebihan harta.
78. KEISTIMEWAAN AHLUL HADITS
Seorang penyair berkata,
Ahli hadits itu, mereka ahli
(keluarga) Nabi.
sekalipun mereka tidak bergaul
dengan Nabi, tetapi jiwa mereka
bergaul dengannya.
79. ORANG YANG MENYURUH
SESUATU TAPI IA SENDIRI TIDAK
MELAKUKANNYA
Tepatlah apa yang dikatakan
oleh seorang penyair:
Dia ditugaskan untuk
memperbaiki manusia padahal
dia sendiri yang menyimpang
Maka bagaimana mungkin
bayangan bisa menjadi tegak
lurus jikalau batangnya sudah
bengkok?
80. JIKA LEBIH SUKA
MENDENGARKAN NASYID DARIPADA
AL QURAN
Alangkah indahnya apa yang
diungkapkan oleh seorang
penyair :
Ketika dibacakan Al Kitab (Al
Qur’an), mereka terpaku, namun
bukan karena takut.
Mereka terpaku seperti orang
yang lupa dan lalai.
Ketika nyanyian menghampiri,
mereka berteriak bagai keledai.
Demi Allah, tidaklah mereka
menari karena Allah.
81. DI ANTARA SIFAT MULIA
RASULULLAH SHALLALLAHU’ALAIHI
WASALLAM
Dan betapa indahnya ucapan
seorang penyair yang mensifati
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam dengan sya’irnya:
"Si Putih diminta memohon hujan
dari awan dengan wajahnya. Si
Pemberi makan anak-anak yatim
dan pelindung para janda."
Sya’ir ini berasal dari kalamnya
Abu Thalib yang disenandungkan
oleh Ibnu Umar dan yang lain.
Ketika itu kemarau melanda
kaum muslimin, maka Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
memohon hujan untuk mereka
dengan berdo’a:
Allahummasqinaa (Ya Allah
turunkanlah hujan kepada kami),
maka turunlah hujan. (HR.
Bukhari)
Adapun makna dan sya’ir
tersebut adalah Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang
disifati dengan Si Putih diminta
untuk menghadapkan wajahnya
yang mulia kepada Allah dan
berdo’a supaya diturunkan
hujan kepada mereka. Hal itu
terjadi ketika beliau masih hidup,
adapun setelah kematian beliau
maka Khalifah Umar bin Al
Khathab bertawasul dengan Al
Abbas agar dia berdo’a meminta
hujan dan mereka tidak
bertawasul dengan beliau.
[Dari berbagai sumber]