Minggu, 18 September 2016

Jimak

    
“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” (QS. Al-Baqarah : 223)

JIMA’ adalah salah satu ibadah bagi pasangan suami istri yang mampu menghasilkan pahala yang luar biasa baik di dunia maupun di surga nanti. Dengan jima’ kebutuhan biologis dan psikologi suami istri bisa saling memenuhi satu sama lain.

Suami bisa menjima’ istrinya kapanpun kecuali pada waktu-waktu yang memang dilarang oleh agama. Tapi, ada waktu-waktu tertentu yang dapat melimpahkan pahala dan kemuliaan saat berjima’ dengan istri. Seperti halnya menurut M. Fauzil Adhim ada dua waktu yang akan mendatangkan kemuliaan yang lebih saat melakukannya.

Pertama, saat suami pulang dari bepergian jauh dan pada waktu yang cukup lama. Tentunya, dua insan yang sudah sah menikah ini akan saling merindu satu sama lain. Maka, curahkanlah rasa rindu diantara suami istri salah satunya dengan berjima’.

Kedua, saat suami mendadak pulang dari suatu tempat karena terangsang birahinya ketika ia berada di luar rumah. Maka, tidak boleh ditunda lagi suami istri harus segera berjima’ agar terhindar dari dosa besar salah satunya zina

Kamis, 15 September 2016

Kwajiban seorang istri

.Mengekalkan malu pada suaminya.
2. Merendahkan (menundukkan) mata ketika berpandangan.
3. Mengikut kata-kata dan suruhannya.
4. Dengar dan diam ketika suami berbicara.
5. Berdiri menyambut kedatangannya.
6. Berdiri menghantar kepergiannya,
7. Hadir bersamanya ketika masuk tidur.
8. Memakai wangi-wangian untuk suaminya.
9. Membersihkan dan menghilangkan bau mulut untuk suaminya.
10. Berhias ketika hadirnya dan tinggalkan hiasan ketika tidak adanya.
11. Tidak berkhianat ketika ketidak adaan suaminya.
12. Memuliakan keluarga suaminya.
13. Memandang pemberian suami yang kecil sebagai besar dan berharga.
14. Ketahuilah, Surga dan Neraka bagi seorang wanita itu bergantung pada redha atau tidaknya suami padanya.

TELOR

"PECAH TELOR" ��
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari LUAR,
�� maka kehidupan di dalam telur BERAKHIR.
~Tapi......

�� Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari DALAM
�� maka kehidupan baru telah LAHIR.
HAL-HAL BESAR selalu dimulai DARI DALAM.

MANUSIA

Seorang yg bijak sewaktu ditanya "Apakah yang Paling Membingungkan" di Dunia ini ?
.
Beliau menjawab : "Manusia",
Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi uang";
Lalu dia "Mengorbankan Uang"nya demi Kesehatan".
.
Lalu dia "Sangat Khawatir" dengan "Masa Depannya". sampai’ dia "Tidak Menikmati Masa Kini"; akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini";
.
Dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati",
lalu dia "Mati" tanpa "Benar2 Menikmati" apa itu "Hidup"....
.
Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati.....
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadi hari esok.....
.
Ketika lahir dua tangan kita kosong.....
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...
.
Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa²......
.
Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..
Jangan minder karena miskin dan hina..
Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman..
Tetaplah rendah hati seberapapun tinggi kedudukan kita.....
Tetaplah percaya diri seberapapun kekurangan kita.
Karena kita hadir tidak membawa apa2 dan kembali juga tidak membawa apa2...
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.
.
Datang ditemani oleh Tangis.....
Pergi juga ditemani oleh Tangis.....
Maka dari itu tetaplah bersyukur dalam segala keadaan apa pun....
Hiduplah disaat yg benar-benar ada dan nyata untuk kita, yaitu SAAT INI...
bukan dari bayang2 masa lalu maupun mencemaskan masa mendatang yg belum lagi tiba..
.
“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas...
yang tetap manis di tempat yang sangat pahit....
yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar.... serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.
.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin

Rabu, 07 September 2016

JENANG DAN JENENG

JENANG sebuah makanan berbahan baku beras dan/atau ketan, biasanya dimasak setelah sebelumnya dihaluskan dulu. Biasanya diberikan pada anak-anak balita, semacam bubur. Tapi orang dewasa boleh juga makan jika mau. Cukup mengenyangkan dan mampu untuk mengganjal perut.

Sedangkan jeneng bukanlah makanan, secara literari berarti nama. Budaya Jawa menempatkan dua hal ini bersanding. Jika orang hendak memberi nama pada anaknya, selalu dibuatkan perayaan dengan salah satu sajiannya berupa jenang. Begitu pula jika mau mengganti nama.

Kedua hal tersebut (jenang dan jeneng ) akan digunakan secara bersamaan juga ketika orang tua memberi nasehat pada anaknya ketika memilih kerja.

Mereka akan bertanya: ‘apakah mau cari jenang atau jeneng ?’ Tentu pertanyaan ini mengandung makna yang sangat dalam.
Biasanya untuk mereka yang sedang mulai meniti karier, orang tua akan menyarankan anaknya untuk mencari
jeneng dulu. Dengan begitu konsekuensinya adalah tidak akan mendapatkan jenang. Dengan lain kata, orang tersebut harus mau bersusah payah terlebih dahulu.

Jika memilih jenang, maka kadang orang tidak akan mendapat nama. Mungkin saja memang kenyang, tetapi hanya sebatas itu saja. Nama sebagai bagian penting untuk meniti karier mungkin tidak akan didapatkan. Kira-kira semacam itu maknanya. Sekali lagi ini tafsir.