Orang miskin sedang belanja ditoko parcel: "Pak tolong dibuatkan parcel yg bagus dan mahal karna itu akan saya hadiahkan utk boss saya"
Orang kaya raya sedang belanja ditoko parcel: "Pak tolong dibuatkan parcel yg paling murah krn itu akan saya hadiahkan utk karyawan2 bawahan saya".
Pertanyaan menariknya adalah: Siapa yg lebih miskin dan siapa yg lebih kaya dan siapa yg lebih baik ?
Saya rasa jawabannya tdk usah dibahas lagi.
Begitulah manusia,,,,,,berpikirnya sering terbalik-balik.
Kepada orang yg seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.
Kepada orang yg berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.
Kepada orang lemah/bawah yg seharusnya kita berlemah lembut kpdnya, justru kpdnya kita jadi sangat kasar dan jahat dlm ucap maupun sikap.
Kepada orang yg sepantasnya kita tegur karna kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.
Kepada orang yg setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dlm pesta dgn suguhan makanan yg 'wah' dan melimpah.
Kepada orang yg hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa yg kita sendiri sdh ogah.
Padahal kata Nabi SAW: "Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah yg mana orang yg tdk membutuhkannya diundang, sedang orang yg menginginkannya tdk diundang"
Ya,,,ya,,,begitulah kebanyakan manusia. Sering berpikir terbalik-balik
Saya jadi teringat dengan pesan hati:
"Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya atau orang-orang yg tdk memberi keuntungan apapun kpdnya"
Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yg "terbalik", dan selalu memperbaiki untuk menjadi umat yang terbaik :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar