Sabtu, 30 Mei 2015

PAku pagar

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki
yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi
kebiasaan marah sang anak, ayahnya
memberikan sekantong paku dan
mengatakan pada anak itu, untuk
memakukan sebuah paku di pagar belakang
setiap kali dia marah …
Hari pertama anak itu telah memakukan 48
paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu
secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia
mendapati bahwa ternyata lebih mudah
menahan amarahnya daripada memakukan
paku ke pagar tersebut.
Akhirnya, tibalah hari dimana anak tersebut
merasa sama sekali bisa mengendalikan
amarahnya, dan tidak cepat kehilangan
kesabarannya…. Dia memberitahukan hal ini
kepada ayahnya, yang kemudian
mengusulkan agar dia mencabut satu paku
untuk setiap hari dimana dia tidak marah….
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu pun,
akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua
paku telah tercabut olehnya. Kemudian, sang
ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm,
kamu telah berhasil dengan baik anakku,
tapi… lihatlah lubang-lubang di pagar ini.
Pagar ini tidak akan pernah bisa sama
seperti sebelumnya… “Ketika kamu
mengatakan sesuatu dalam kemarahan…
Kata-katamu meninggalkan bekas seperti
lubang ini … dihati orang lain”….
Kamu dapat menusukkan pisau pada
seseorang, lalu mencabut pisau itu kembali…
Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta
maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka
karena kata-kata adalah sama buruknya
dengan luka fisik

Tidak ada komentar: